Rabu, 06 Januari 2021

Ringkasan Materi Proses Audit Kinerja

BAB 12 PROSES AUDIT KINERJA

A.    STRUKTUR AUDIT KINERJA

Struktur audit :1. Tahap-tahap audit

                        2. Elemen masing-masing tahap audit

                        3. Tujuan umum masing-masing elemen

                        4. Tugas-tugas tertentu yang diperlukan untuk mencapai setiap tujuan.

 

Struktur audit kinerja :

TAHAP

ELEMEN

Tahap pengenalan dan perencanaan

1.      Survei pendahuluan

2.      Review sistem pengendalian manjmn

Tahap audit

1.      Review hasil program

2.      Review ekonomi

3.      Review kepatuhan

Tahap pelaporan

1.      Persiapan laporan

2.      Review dan revisi

3.      Pengiriman dan penyajian laporan

Tahap follow-up

1.      Desain follow-up

2.      Investigasi

3.      Pelaporan

----------------------penjelasan lebih lanjut dari tahap-tahap pada tabel diatas---------------------

1.      Tahap pengenalan dan perencanaan

Bertujuan untuk menghasilkan rencana penelitian yang detail dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja.

*      Elemen :

a)      Survey pendahuluan

Untuk memperoleh gambaran akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit.

b)      Review sistem pengendalian

3 langkah :

1)      Menganalisis sistem manajemen organisasi

2)      Membandingkan dengan model yang ada

3)      Mencatat dugaan terhadap setiap ketidak sesuaian

*      Kriteria menilai reliabilitas data dalam dua area:

-          Proses pengumpulan, perhitungan dan pelaporan data

-          Kecukupan pelaporan data

*      Hasil dalam tahap inin :

o   Memorandum analitis berisi kelemahan dalam sistem pengendalian dan rekomendasi perbaikannya.

o   Memorandum perencanaan berisi untuk menentukan sifat, luas dan waktu untuk pekerjaan audit berikutnya.

 

2.      Tahap Audit

Komponen audit terdiri dari :

1)      Identifikasi lingkungan manajemen

Mengumpulkan informasi :

(1)   Persyaratan hukum dan kinerja

(2)   Gambaran organisasi

(3)   Sistem informasi dan pengendalian

(4)   Pemahaman karyawan

2)      Perencanaan dan tujuan, adalah review atas proses penetapan rencana dan tujuan organisasi

3)      Struktur organisasi

Adalah bagaimana sebuah unit diatur dan SD dialokasikan untuk mencapai tujuan organisasi.

4)      Kebijakan dan praktik

Kebijakan yang berlaku merupakan hasil dari kesepakatan.

5)      Sistem dan prosedur

Menelaah struktur pengendalian, efektivitas, ketepatan, logika dan kebutuhan suatu organisasi

6)      Pengendalian dan metode pengendalian

Pengendalian akuntansi = mnyusun rencana, metode dan prosedur organisasi untuk menjaga kekayaan perusahaan.

Pengendalian administratif = berfokus pada operasional, efektivitas, dan kepatuhan terhadap kebijakan.

7)      SDM dan lingkungan fisik

Terdiri dari sikap karyawan

8)      Praktik penempatan karywan

Mengacu pada :

(1)   Untuk melindungi SDM untuk mencapai tujuan

(2)   Untuk mnegatur administrasi penggajian

(3)   Untuk menilai kinerja karyawan

(4)   Pelatihan karyawan

(5)   Affirmative action plans, yaitu rencana yang disetujui untuk memastikan hal tersebut tidak bertentantangan dengan hukum.

9)      Analisis fiscal

Untuk menganalisis informasi keuangan, untuk mengindikasikan efisien operasi dan efektivitas unit organisasi.

10)  Investigasi khusus

Untuk mengevaluasi solusi alternatif.

 

3.      Tahap pelaporan

*      3 langkah utama :

1)      Persiapan : mengembangkan temuan, menggabungkan temuan, menyiapkan bukti pendukung.

2)      Penelaahan : analisis kritis terhadap laporan dan komentar atas laporan.

3)      Pengiriman : persiapan laporan yang akan dikirm ke Lembaga.

 

*      Hal yang diperhatikan dalam membuat laporan :

-          Ditulis secara obyektif

-          Tidak boleh terlalu overstate

-          Informasi disertai bukti

-          Menulis laporan secara konstruktif

-          Memberikan saran

 

*      Keahlian yang perlu dimiliiki auditor :

(1)   Keahlian teknis – untuk Menyusun informasi audit menjadi laporan yang koheren.

(2)   Keahlian manajerial – untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengendalikan tahap audit.

(3)   Keahlian interpersonal – untuk menjaga hubungan baik dengan auditee.

 

*      Struktur laporan

I.                    Pendahuluan

a.       Umum

b.      Surat pengiriman atau memorandum

c.       Laporan ringkasan

d.      Daftar isi

e.       Daftar tabel dan gambar

II.                 Teks

a.       Pendahuluan

b.      Badan, mencakup :

1)      Pengantar masalah

2)      Temuan

3)      Kesimpulan

c.       Komentar auditee

III.              Referensi masalah

a.       Footnotes

b.      Lampiran

c.       Bibliografi

d.      Komentar auditee

e.       Bahan referensi

 

*      Hal untuk mengembangkan laporan :

1.      Menyiapkan temuan secara individual

2.      Mengumpulkan referensi

3.      Menyiapkan teks

4.      Menyiapkan laporan inti

5.      Menyiapkan memorandum

 

4.      Tahap penindaklanjutan / follow-up

Untuk memastikan apakah rekomendasi oleh auditor sudah diimplementasikan.

*      Tahap tahap :

1)      Dasar untuk melakukan follow-up

Perencanaan oleh manajer. Untuk setiap rekomendasi auditor apakah ditolak atau diterima.

2)      Pelaksanaan review follw-up

Penjadwalan follow-up, dilakukan 6 bulan setelah laporan audit diterbitkan. Follow-up di jadwalkan 3 bulan sesudahnya.

3)      Batasan review follow-up

*      Implementasi rekomendasi

a)      Implementsi oleh unit kerja

b)      Implementasi oleh eksekutif

c)      Peranan auditor dalam pengimplementasian rekomendasi audit

Audit berperan sebagai pendukung, tidak terlibat langsung didalamnya. Auditor juga memonitor manajemen.

d)      Peranan legislative dalam mengimplementasikan rekomendasi audit

1.      Tindakan legislatif secara formal

Dengan cara memasukkan rekomendasi itu kedalam kebijakan formal

2.      Tindakan legislative secara informal

Melalui pertemuan atau percakapan untuk membicarakan implementasi rekomendasi.

3.      Tindakan legislative melalui anggaran

Melalui pnetapan tujuan dalam anggaran.

 

Pemeriksaan Kembali secara periodik

Ringkasan Materi Akuntansi Sektor Publik "Value for Money Audit"

 

BAB 11 Value For Money Audit

A.    Definisi Value for Money Audit

Definisi value for money yaitu Nilai untuk uang adalah nilai uang untuk menilai biaya suatu produk atau layanan terhadap kualitas penyediaan.

B.     Tujuan utama dari nilai uang (VFM) audit adalah untuk:

>  Majelis memberikan dengan informasi independen dan saran tentang bagaimana ekonomis, efisien dan efektif departemen, lembaga dan badan-badan publik pemerintah pusat lainnya telah menggunakan sumber daya mereka;

>  mendorong badan diaudit untuk meningkatkan kinerja mereka dalam mencapai nilai uang dan pelaksanaan kebijakan, dan

>  mengidentifikasi praktik yang baik dan menyarankan cara-cara di mana pelayanan publik dapat ditingkatkan.

C.    KARAKTERISTIK VALUE FOR MONEY  AUDIT

Audit kinerja yang meliputi audit ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, pada dasarnya merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya. Pengertian audit dalam audit keuangan adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai asersi atau tindakan dan kejadian ekonomi, kesesuaiannya dengan criteria/standar  yang telah ditetapkan dan kemudian mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak pengguna laporan tersebut (Malan, 1984).

Definisi audit kinerja adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif, agar dapat melakukan penilaian secara independen atas ekonomi dan efisiensi operasi, efektivitas dalam pencapaian hasil yang diinginkan, dan kepatuhan terhadap kebijakan, peraturan dan hokum yang berlaku, menentukan kesesuaian antara kinerja yang telah dicapai dengan criteria yang telah ditetapkan sebelumnya, serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak pengguna laporan tersebut (Malan,1984). Perbedaan VFM audit dengan conventional audit adalah dalam hal laporan audit.

D.    AUDIT EKONOMI DAN EFISIENSI

            Tujuan:

1)      Menentukan apakah suatu entitas telah memproleh, melindungi, dan menggunakan sumber dayanya secara ekonomis dan efisiensi

2)      Untuk mengetahui penyebab terjadinya praktik yang tidak ekonomis atau tidak efisien, termasuk ketidakmampuan organisasi dalam mengelola system informasi, prosedur administrasi, dan struktur organisasi.

The General Accounting Office Standards (1994)menegaskan bahwa audit ekonomi dan efisiensi dilakukan dengan mempertimbangkan apakah entitas yang diaudit telah:

a.       Mengikuti ketentuan pelaksanaan pengadaan yang sehat;

b.      Melakukan pengadaan sumber daya (jenis, mutu, dan jumlah) sesuai dengan kebutuhan  pada biaya terendah;

c.       Melindungi dan memelihra semua sumber daya yang ada secara memadai;

d.      Menghindari duplikasi pekerjaan atau kegiatan yang tanpa tujuan ;

e.       Menghindari adanya pengangguran sumberdaya;

f.        Menggunakan prosedur kerja yang efisian;

g.      Menggunakan sumber daya (staf, peralatan, dan fasilitas) yang minimumdalam menghasilkan atau menyerahkan barang/jasa dengan kuantitas yang tepat;

h.      Mengetahai persyaratan peraturan perundang-undangan yang berkaiatn dengan perolehan, pemeliharaan dan penggunaan sumber daya Negara;

i.        Melaporkan ukuran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kehematan dan efisiensi.

Untuk dapat mengetahui apakah organisasi telah menghasilkan output yang optimal dengan sumber daya yang dimilikinya, auditor dapat membandingkan outputyang telah dicapai pada periode yang bersangkutan dengan:

1.      Standar yang telah ditetapkan sebelumnya

2.      Kinerja tahun-tahun sebelumnya

3.      Unit lain pada organisasi yang sama atau pada organisasi yang berbeda

Tahapan-tahapan audit ekonomi dan efisiensi :

1)      Perencanaan audit

2)      Me review system akuntansi dan pengendalian intern

3)      Menguji system akuntansi dan pengendalian intern

4)      Melaksanakan audit

5)      Menyampaikan laporan.

 

E.     AUDIT EFEKTIVITAS

Menurut Audit Commission (1986), efektivitas berarti menyediakan jasa-jasa yang benar sehingga memungkinkan pihak yang berwenang untuk mengimplementasikan kebijakan dan tujuannya.

Tujuan :

-          Menentukan tingkat pencapaian hasil atau manfaat yang diinginkan ;

-          Menentukan kesesuaian hasil dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya;

-          Menentukan apakah entitas yang diaudit telah mempertimbangkan alternatif lain yang memberikan hasil yang sama dengan biaya yang paling rendah.

Untuk mengevaluasi pelaksanaan suatu program yaitu:

a). Proksi untuk mengukur dampak/pengaruhj;

b). Evaluasi oleh konsumen;

c). Evaluasi yang menitik beratkan pada proses bukan pada hasil.

Tiga kategori kegiatan Value for money audit yaitu:

1)      “by product”VFM work,

Pekerjaan value for money audit yang merupakan tujuan sekunder disamping pekerjaan-pekerjaan utama yang lebih penting, pekerjaan ini biasanya kurang terstuktur dibandingkan dengan kegiatan/tugas yang lainnya.

 

2)      An”Arrangement Review”

Pekerjaan value for money audit yang dilakukan unutk menjamin/memastikan bahwa klien telah melakukan tugas administrasi yang diperlukan unutk mencapai value for money. Dalam organisasi yang memberikan jasa yang kompleks, operasi yang ekonomis, efisien, dan efektif hanya dapat dilakukan jika terdapat serangkaian peraturan formal untuk mengontrol penggunaan sumber daya.

 

3)      Performance Review.

Pekerjaan yang dilkaukan unutk menilai secara objektif value for moneyyang telah dicapai oleh kilen dan membandingkannya dengan criteria (pembanding) yang valid.

 

 

Syarat untuk menjadi seorang auditor sektor publik :

1.      Seorang auditor harus telah diakui dapat melakukan pemeriksaan (harus mempunyai pengalaman tentang akun-akun yang ada, )

2.      Seorang auditor Hrus mematuhi kode etik yang berlaku

3.      Seorang auditor harus dapat melakukan audit dengan bertanggungjawab.

 

F.     STANDAR AUDIT PEMERINTAHAN (SAP) TAHUN 1995

Standar Umum:

a)      Audit memiliki kecakapan professional

b)      Audit harus independent

c)      Audit harus professional

d)      Lembaga yang melaksnaakan audit harus memiliki sistem pengendalian yang memadai.

Standar Pekerjaan lapangan audit kinerja meliputi:

a). Perencanaan

 b). Supervisi

 c). Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan

 d). Pengendalian manajemen

Standar pelaporan audit kinerja berisi lima hal antara lain:

a). Bentuk

b). Ketepatan waktu

c). Isi laporan

d). Penyajian laporan

e). Distribusi laporan

 

Jenis-Jenis Audit dalam sector public :

1. Audit keuangan adalah audit yang menjamin bahwa sistem akuntansi dan pengendalian keuangan berjalan secara efisien dan tepat serta transaksi keuangan diotorisasi serta dicatat secara benar.

2.   Audit kepatuhan adalah audit yang memverifikasi/memeriksa bahwa pengeluaran-pengeluaran untuk pelayanan masyarakat telah disetujui dan telah sesuai dengan undang-undang peraturan.

3.  Audit kinerja yang merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya.

Ringkasan Materi Proses Audit Kinerja

BAB 12 PROSES AUDIT KINERJA A.     STRUKTUR AUDIT KINERJA Struktur audit :1. Tahap-tahap audit                         2. Elemen masi...