BAB
11 Value For Money Audit
A.
Definisi Value for Money Audit
Definisi
value for money yaitu Nilai untuk uang adalah nilai uang untuk menilai biaya
suatu produk atau layanan terhadap kualitas penyediaan.
B.
Tujuan utama dari nilai uang (VFM)
audit adalah untuk:
> Majelis memberikan dengan informasi
independen dan saran tentang bagaimana ekonomis, efisien dan efektif
departemen, lembaga dan badan-badan publik pemerintah pusat lainnya telah
menggunakan sumber daya mereka;
> mendorong badan diaudit untuk meningkatkan
kinerja mereka dalam mencapai nilai uang dan pelaksanaan kebijakan, dan
> mengidentifikasi praktik yang baik dan
menyarankan cara-cara di mana pelayanan publik dapat ditingkatkan.
C.
KARAKTERISTIK VALUE FOR MONEY AUDIT
Audit
kinerja yang meliputi audit ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, pada dasarnya
merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya. Pengertian
audit dalam audit keuangan adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi
bukti secara obyektif mengenai asersi atau tindakan dan kejadian ekonomi,
kesesuaiannya dengan criteria/standar
yang telah ditetapkan dan kemudian mengkomunikasikan hasilnya kepada
pihak-pihak pengguna laporan tersebut (Malan, 1984).
Definisi audit kinerja
adalah suatu proses sistematis untuk
memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif, agar dapat melakukan
penilaian secara independen atas ekonomi dan efisiensi operasi, efektivitas
dalam pencapaian hasil yang diinginkan, dan kepatuhan terhadap kebijakan,
peraturan dan hokum yang berlaku, menentukan kesesuaian antara kinerja yang
telah dicapai dengan criteria yang telah ditetapkan sebelumnya, serta
mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak pengguna laporan tersebut (Malan,1984).
Perbedaan VFM audit dengan conventional audit adalah dalam hal
laporan audit.
D.
AUDIT EKONOMI DAN EFISIENSI
Tujuan:
1) Menentukan
apakah suatu entitas telah memproleh, melindungi, dan menggunakan sumber
dayanya secara ekonomis dan efisiensi
2) Untuk
mengetahui penyebab terjadinya praktik yang tidak ekonomis atau tidak efisien,
termasuk ketidakmampuan organisasi dalam mengelola system informasi, prosedur
administrasi, dan struktur organisasi.
The General Accounting
Office Standards (1994)menegaskan bahwa audit ekonomi dan
efisiensi dilakukan dengan mempertimbangkan apakah entitas yang diaudit telah:
a.
Mengikuti ketentuan pelaksanaan pengadaan
yang sehat;
b.
Melakukan pengadaan sumber daya (jenis,
mutu, dan jumlah) sesuai dengan kebutuhan
pada biaya terendah;
c.
Melindungi dan memelihra semua sumber daya
yang ada secara memadai;
d.
Menghindari duplikasi pekerjaan atau
kegiatan yang tanpa tujuan ;
e.
Menghindari adanya pengangguran
sumberdaya;
f.
Menggunakan prosedur kerja yang efisian;
g.
Menggunakan sumber daya (staf, peralatan,
dan fasilitas) yang minimumdalam menghasilkan atau menyerahkan barang/jasa
dengan kuantitas yang tepat;
h.
Mengetahai persyaratan peraturan
perundang-undangan yang berkaiatn dengan perolehan, pemeliharaan dan penggunaan
sumber daya Negara;
i.
Melaporkan ukuran yang sah dan dapat
dipertanggungjawabkan mengenai kehematan dan efisiensi.
Untuk dapat mengetahui
apakah organisasi telah menghasilkan output yang optimal
dengan sumber daya yang dimilikinya, auditor dapat membandingkan outputyang
telah dicapai pada periode yang bersangkutan dengan:
1.
Standar yang telah ditetapkan sebelumnya
2.
Kinerja tahun-tahun sebelumnya
3.
Unit lain pada organisasi yang sama atau
pada organisasi yang berbeda
Tahapan-tahapan audit ekonomi
dan efisiensi :
1)
Perencanaan audit
2)
Me review system akuntansi dan
pengendalian intern
3)
Menguji system akuntansi dan pengendalian
intern
4)
Melaksanakan audit
5)
Menyampaikan laporan.
E.
AUDIT EFEKTIVITAS
Menurut
Audit Commission (1986), efektivitas berarti menyediakan jasa-jasa yang benar
sehingga memungkinkan pihak yang berwenang untuk mengimplementasikan kebijakan
dan tujuannya.
Tujuan :
-
Menentukan tingkat pencapaian hasil atau
manfaat yang diinginkan ;
-
Menentukan kesesuaian hasil dengan tujuan
yang ditetapkan sebelumnya;
-
Menentukan apakah entitas yang diaudit
telah mempertimbangkan alternatif lain yang memberikan hasil yang sama dengan
biaya yang paling rendah.
Untuk mengevaluasi
pelaksanaan suatu program yaitu:
a). Proksi untuk mengukur
dampak/pengaruhj;
b). Evaluasi oleh
konsumen;
c). Evaluasi yang menitik
beratkan pada proses bukan pada hasil.
Tiga kategori kegiatan
Value for money audit yaitu:
1)
“by product”VFM work,
Pekerjaan
value for money audit yang merupakan tujuan sekunder disamping pekerjaan-pekerjaan
utama yang lebih penting, pekerjaan ini biasanya kurang terstuktur dibandingkan
dengan kegiatan/tugas yang lainnya.
2)
An”Arrangement Review”
Pekerjaan
value for money audit yang dilakukan unutk menjamin/memastikan bahwa klien
telah melakukan tugas administrasi yang diperlukan unutk mencapai value for
money. Dalam organisasi yang memberikan jasa yang kompleks, operasi yang
ekonomis, efisien, dan efektif hanya dapat dilakukan jika terdapat serangkaian
peraturan formal untuk mengontrol penggunaan sumber daya.
3)
Performance Review.
Pekerjaan
yang dilkaukan unutk menilai secara objektif value for moneyyang telah dicapai
oleh kilen dan membandingkannya dengan criteria (pembanding) yang valid.
Syarat untuk menjadi
seorang auditor sektor publik :
1.
Seorang auditor harus telah diakui dapat
melakukan pemeriksaan (harus mempunyai pengalaman tentang akun-akun yang ada, )
2.
Seorang auditor Hrus mematuhi kode etik
yang berlaku
3.
Seorang auditor harus dapat melakukan
audit dengan bertanggungjawab.
F.
STANDAR AUDIT PEMERINTAHAN (SAP)
TAHUN 1995
Standar Umum:
a)
Audit memiliki kecakapan professional
b)
Audit harus independent
c)
Audit harus professional
d)
Lembaga yang melaksnaakan audit harus
memiliki sistem pengendalian yang memadai.
Standar Pekerjaan lapangan audit kinerja meliputi:
a). Perencanaan
b). Supervisi
c). Kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan
d). Pengendalian manajemen
Standar pelaporan audit kinerja berisi lima hal antara
lain:
a). Bentuk
b). Ketepatan waktu
c). Isi laporan
d). Penyajian laporan
e). Distribusi laporan
Jenis-Jenis Audit dalam
sector public :
1. Audit keuangan
adalah audit yang menjamin bahwa sistem akuntansi dan pengendalian keuangan
berjalan secara efisien dan tepat serta transaksi keuangan diotorisasi serta dicatat
secara benar.
2. Audit kepatuhan
adalah audit yang memverifikasi/memeriksa bahwa pengeluaran-pengeluaran untuk
pelayanan masyarakat telah disetujui dan telah sesuai dengan undang-undang
peraturan.
3. Audit kinerja
yang merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan prosedurnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar